Rabu, 29 Juni 2011

Posted by Rio Harapan On 16.13 2 komentar

Gambaran Kebebasan Kita di Internet.

 

Gambaran Kebebasan Kita di Internet


Informasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kita. Informasi bukan hanya berita terkini, atau laporan dari sesuatu kejadian, Informasi dapat juga berupa Pengalaman seseorang, cerita, dan lainya, intinya Informasi bukan hanya berbentuk berita saja. Apalagi bila kita berbicara mengenai Informasi di Internet, ada begitu banyak Informasi yang tersedia di Internet. Dari Informasi yang kecil hingga besar, dari Informasi yang terbaru, hingga informasi mengenai kehidupan di zaman purba. Pernahkah anda berpikir darimana asal semua informasi tersebut? Mungkin sebagian dari Anda tahu jawabannya, kalau Informasi yang kita dapatkan setiap hari tersebut berasal dari siapa saja, dari orang-orang yang memiliki latar berlakang yang beragam, percayakah anda kalau andapun dapat menjadi sumber Informasi? Dengan segala sesuatu yang Internet sediakan saat ini, siapa saja bisa  menjadi sumber Informasi, tanpa modal sedikit pun (akses Internet tentunya). Sebegitu gampangnya kita mendapatkan sebuah situs pribadi, berikut dengan domainnya (yang tentunya domain gratisan J ) atau mungkin blog dan ada dapat bebas berekspresi dan berbagi segala sesuatu di website tersebut. Sekarang ini mungkin anda tidak membutuhkan blog atau website pribadi, cukup dengan sebuah akun di salah satu situs jejaring sosial Anda juga dapat berbagi Informasi dengan teman-teman Anda dan orang-orang yang Anda kenal. Namun kali ini kita tidak membahas hal tersebut. Ada sesuatu yang lebih menarik untuk kita bahas kali ini yaitu mengenai kebebasan berekspresi.
Baik, sebelum kita berbicara panjang lebar lebih jauh, saya ingin bertanya pada Anda, Andai saja nanti suatu saat Anda mempunyai sebuah website, lalu Anda berbagi tentang segala hal mengenai diri, dan kemudian Anda dituntut seseorang karena Ada seseorang yang merasa dirugikan dengan tulisan Anda, padahal apa yang anda tulis tersebut sesuai dengan yang anda alami dan tidak mengada-ada. Bagaimana perasaan Anda? Lalu Anda di Penjarakan, padahal di mata hukum menurut penafsiran beberapa orang Anda melakukan hal yang benar. Beginilah hal yang dialami seorang ibu yang bernama Prita Mulyasari, namun kondisinya sedikit berbeda dengan yang kita Imajinasikan di sebelumnya tadi. Ibu Prita mengirimkan sebuah email dan menulis di surat pembaca mengenai hal yang dialaminya dari sebuah Rumah Sakit. Beliau mengadukan perlakuan sebuah rumah sakit yang diduga melakukan malpraktik. Lalu apa? Dia dinyatakan bersalah dan ditahan selama beberapa minggu, ini terjadi karena tidak adanya aturan baku yang mengatur mengenai kebebasan berekspresi di Internet. Memang sih ada Undang-undang ITE namun peraturan itu terlihat ambigu dan menyebabkan terjadi Multi Interprestasi, dan pada  akhirnya orang dapat salah menafsirkan hukum tersebut.
Memang pada akhirnya Prita di bebaskan, namun hal itu terjadi setelah adanya suatu gerakan sosial diseluruh penjuru Indonesia yang bernama Koin Untuk Prita, dan bahkan di Internet, beberapa orang membentuk halaman dukungan untuk Prita di Internet.
Dari kejadian Prita ini kita dapat mengambil 2 hal mengenai kebebasan berekspresi di Internet. Hal yang pertama bagaimana mengenai kebebasan berekspresi di Internet (khususnya untuk Prita dan kita pada umumnya) yang seolah-olah terpasung oleh sesuatu yang lebih berkuasa (mungkin dengan uangnya, kedudukan, status sosial atau hal lainnya). Dan yang kedua, bagaimana orang-orang menggunakan Internet demi membantu kebebasan Prita, hingga membuat sesuatu yang nyata untuk mengumpulkan koin demi kebebasan Prita, sesuatu yang menakjubkan saya rasa.
Apakah ini wajah dari kebebasan berekspresi di Indonesia (via Internet terutama)? Eiitss tunggu dulu, itu hanya segelintir contoh yang saya sebutkan. Anda tentu masih ingat dengan seleb dadakan yang terkenal melalui situs Youtube? Yaitu Sinta dan Jojo, Briptu Norman, dan  Udin Sedunia.  Ini membuktikan bagaimana masyarakat kita terutama kaula muda mampu menggunakan Internet secara baik dan benar, dan mengekspresikan diri. Mungkin ada beberapa nada sinis dari orang-orang, tapi bagaimanapun juga tindakan mereka cukup bijak dalam menggunakan Internet dalam mengekspresikan diri mereka. Banyak lagi contah lainnya, bagaimana seorang Tukang becak di Jogjakarta yang memanfaatkan media jejaring sosial facebook, twitter, friendster dan lainnya untuk mempromosikan pekerjaannya sebagai Tukang Becak, hingga dia mendapat pelanggan yang Khusus dating ke Jogja setelah berdiskusi dengan tukang Becak tersebut di Internet.
Bila kita melihat karya-karya anak bangsa di Internet saya rasa cukup mengagumkan sekali, tulisan-tulisan mereka cukup menarik, dan mereka cukup pandai dalam mengekspresikan diri mereka, sesuai dengan bidang yang mereka tekuni. Ada yang hobby menggambar, mereka membuat komik sendiri dan mempublikasikannya di Internet, ada yang hobby Photography dan mereka membuat website photography mengenai kota mereka. Dan yang menakjubkan anak-anak kuliahan, berbagi ilmu yang mereka dapat dengan menulis tutorial-tutorial di blog mereka, hingga mereka menghasilkan 2,7 juta halaman blogger dari Indonesia. Hal ini patut diacungi jempol, melihat pengembangan kreatifitas mereka di Internet. Tidak ada salahnya-kan bila anda dan saya mengikuti jejak mereka, demi menambah konten-konten dalam negeri yang ada di Internet sesuai dengan bidang keahlian kita, untuk menambah lagi halaman blogger di Indonesia yang sekarang ini sudah mencapai 2,7 juta.
Memang begitu banyak halaman blogger dari Indonesia yaitu mencapai 2,7juta halaman namun sayangnya masih lebih banyak lagi masyarakat kita yang menggunakan sarana jejaring sosial yang mencakup 30,1juta pengguna facebook dari Indonesia dan membuat kita sebagai pengguna facebook terbesar nomor 2 di dunia. Sedangkan masyarakat kita yang menggunakan twitter ada sekitar 6.2juta orang dan membuat kita bertengger di peringkat 3 se-Asia. Sungguh sebuah perbandingan yang tidak setimbang antara pengguna facebook dengan twitter dan halaman blogger dari Indonesia. Sekarang orang lebih cenderung mengupdate statusnya di facebook atau twitter daripada mengupdate blognya. Memang sih tidak ada salahnya menggunakan facebook atau twitter, namun alangkah lebih indah bila kita mengisi waktu-waktu kita dengan kegiatan seperti membagi ilmu, atau pengalaman di blog, daripada berkomentar di facebook.




Tidak merugikan orang lain, dan Jangan Berbohong

Kita dapat menggunakan Internet sebagai media untuk mengekspresikan diri kita masing-masing. Bebas tapi terikat, Anda bebas untuk melakukan apa saja di Internet namun kita mesti ingat beberapa hal penting “Tidak merugikan orang lain, dan Jangan Berbohong” saya rasa itu hal yang cukup untuk menjadi kontrol kita dalam mengekspresikan diri di Internet. Ya saya rasa hal-hal tersebut perlu di perhatikan bila Anda tidak ingin mempunyai hubungan yang tidak baik dengan orang lain.
Apakah maksud dari “Tidak merugikan orang lain, dan Jangan Berbohong”? Yang pertama anda harus yakin bahwa yang anda tulis tersebut adalah sesuatu yang tidak akan merugikan orang lain, atau dapat membuat orang lain menuntut anda. Buatlah sesuatu yang benar-benar tidak menyudutkan, menyinggung, dan melecehkan orang lain. Yang kedua, usahakanlah yang anda buat adalah karya yang benar-benar jujur dan bukan sebuah karya yang berbohong, jadi apakah saya tidak bisa menulis di blog saya cerpen, atau cerita fiksi atau hasil karangan saya? Bukan tidak bisa, jawabannya bisa, namun yang saya maksud disini bukan seperti itu yang saya maksud ialah misalnya ketika anda membuat sebuah karya di Internet usahakanlah karya itu merupakan sebuah karya yang jujur. Orang pasti akan merasa tertipu bila melihat karya anda sebuah kebohongan belaka. Dan kemungkinan terburuk Anda bisa di tuntut karena menyebarkan berita bohong. Pasti anda tidak inginkan di tuntut?
 Sejauh ini yang saya melihat, masalah-masalah di internet yang menyangkut tentang kebebasan berekspresi seseorang, pasti melanggar 2 hal tersebut yaitu “Tidak merugikan orang lain, dan Jangan Berbohong”. Namun perlu di ingat bila anda ingin memberitakan sesuatu hal mengenai kebobrokan seseorang, atau sekelompok orang, biarpun anda berkata jujur, saya memberi saran lebih baik anda berhati-hati dan berpikir dua kali-lah, melihat hukum Indonesia yang masih begini. Takutnya nanti anda akan menjadi pesakitan, pasti anda tidak inginkan menjadi seorang pesakitan. Saya masih ingat dengan sebuah kasus siswi SMK yang di DO dari sekolahnya hanya karena ia menulis distatus Facebook-nya yang mengungkapkan kemungkinan adanya  dugaan praktek Korupsi di Sekolahnya.
Ingat harus ingat suatu hal, sesuatu yang telah anda lempar ke dunia yang bernama Internet tidak akan mungkin kembali lagi kepada anda. Maksudnya begini, bila anda menulis sesuatu di Internet, dan kemudian anda menghapusnya, itu tidak akan benar-benar terhapus, mungkin masih ada copyan-nya yang direpublish oleh orang lain, atau chace dari mesin pencari. Jadi ingatlah selalu untuk berhati-hati dalam bertindak di Internet.
Akhir kata, kata saya hanya ingin menekankan pada apa yang telah saya sampaikan di atas, Bijaklah dalam menggunakan Teknologi Informasi yang ada. Tidak ada salahnyakan bila kita membagi ilmu atau  pengalaman kita melalui blog daripada hanya berbalas komentar dan update status di Facebook dan twitter. Ingatlah selalu untuk berhati-hati di Internet karena apa yang kamu lempar di Internet tidak akan mungkin kembali lagi ke kamu. Dan hal yang menurut saya paling penting ialah Tidak merugikan orang lain, dan Jangan Berbohong.


Keep Spirit, Keep Writing, Keep have a Dream.

 
SELAMAT DATANG DI WITHBLOG, TEMPAT BELAJAR MEMODIFIKASI BLOG, EFEK-EFEK BLOG, HTML, JAVASCRIPT, CSS, PEMROGRAMAN WEB || BUAT SOBAT BLOGGER YANG MAU BELAJAR BLOG DAN PEMROGRAMAN WEB, MARI KITA BELAJAR BERSAMA DISINI, SHARING ILMU, BERBAGI PENGETAHUAN BERSAMA DISINI. TIGGALKAN KOMENTAR ANDA DI POSTINGANNYA || BILA INGIN MENYUMBANGKAN ARTIKEL ATAU INGIN BERBAGI PENGETAHUAN SEPUTAR KOMPUTER, INTERNET, DAN BLOG BISA MENGIRIMKANNYA LANGSUNG KE E-mail rioharapan7@live.com